close

Iklan

Iklan

Waspada Darah Tinggi Saat Konsumsi Daging Berlebih, Begini Cara Pengolahannya

Admin
20 July 2021, 09:39 WIB Last Updated 2022-03-17T03:12:19Z


Assalamualaikum

Di artikel kali ini saya akan memberikan suatu reminder aja kepada kita semua agar lebih bijak lagi dalam menjalani kehidupan.

Bertepatan dengan situasi saat ini lebaran idul adha atau hari raya kurban konsumsi daging meningkat di kalangan umat Islam, dikarenakan banyak kalangan melaksanakan kurban berupa sapi dan kambing yang dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Adapun syariat berkurban diterangkan dalam Al Quran surah Al-Hajj ayat 34;

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)."

Syariat ini dilaksanakan setiap 1 tahun sekali pada tanggal 10 Zulhijjah atau atau bulan haji, namun sampai seminggu masih ada masyarakat yang melakukan pemotongan hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada masyarakat sekitar.

Konsumsi daging yang tinggi dan kadang tidak terkontrol dapat mengakibatkan hypertensi atau naiknya tekanan darah.

Dikutip dari alodokter.com, Tekanan darah tinggi merupakan suatu hal yang cukup sering terjadi. Tekanan darah tinggi dapat disebabkan karena berbagai macam penyebab. Tekanan darah tinggi sering terjadi pada usia lanjut. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai kerusakan organ jantung, ginjal, otak.

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari konsumsi daging sapi. Daging sapi cenderung mengandung kadar lemak yang lebih tinggi sehingga hal tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan tekanan darah. 

Sedangkan pada situs klikdokter.com, disebutkan menurut beberapa penelitian yang dikembangkan sebelumnya, daging sapi dan kambing sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan hipertensi. Justru, yang bisa memicu melonjaknya tekanan darah adalah cara pengolahannya.

Menambahkan banyak garam, menggoreng daging dengan minyak lemak jenuh, termasuk menambahkan santan bisa memicu naiknya tekanan darah. Bagian lemak jenuh pada daging kambing juga bisa memicu tekanan darah tinggi.

Terlebih lagi, saat Anda memasaknya dengan menggunakan minyak jenuh. Hal ini bisa menyebabkan pembuluh darah jadi kaku dan itu penyebab darah tinggi.

Nah konsumsi daging sapi harus dilakukan dengan pengolahan yang benar dan dengan jumlah yang terkontrol secara baik, karena jumlah penyadang hypertensi yang tinggi.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang  yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.

Sedangkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bahwa 23,7 % dari 1,7 juta Kematian di Indonesia tahun 2016 tersebab Hipertensi, pada tahun 2018 Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebesar 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian di Indonesia akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian.

Baca Juga Antara Kehidupan Dan Uang

Nah untuk mengkonsumsi daging diberikan saran agar dilakukan dengan hal-hal berikut,

Yang pertama, hindari memasak daging dengan suhu tinggi, misalnya di atas 250 derajat Celcius. Suhu yang sangat tinggi bisa merusak kandungan gizi yang ada di dalam daging tersebut.

Selain memperhatikan suhu, cara pengolahan daging juga penting. Daging merah, seperti daging kambing, paling baik diolah dengan cara direbus atau dikukus.

Agar kandungan kolesterol di dalam daging kambing atau sapi tidak bertambah, jangan gunakan santan saat proses pengolahan. Untuk menghilangkan aroma khas kambing, Anda dapat meremas daging kambing dengan potongan mentimun sebelum dimasak.

Agar zat besi yang ada dalam daging kambing dapat terserap dengan optimal, hindari mengonsumsinya bersamaan dengan teh, susu, dan juga obat mag.

Akan lebih baik, bila Anda mengonsumsi olahan daging kambing dengan sesuatu yang mengandung vitamin C tinggi. Misalnya saja air perasan jeruk murni atau jus mangga tanpa gula.

Jadi olahlah daging dengan benar agar tidak mengakibatkan penyakit pada diri kita sendiri.

Baca juga Tata Krama Saat Makan

Komentar

Tampilkan

Terkini

Gaya Hidup

+