close

Iklan

Iklan

Amalan Di Balik Rahasia Rezeki Berlimpah

Admin
19 August 2021, 12:05 WIB Last Updated 2022-03-17T03:12:18Z


「Assalamualaikum」- Halo jo, artikel ini disadur dari pesan singkat Telegram Manhaj Salaf dan diterbitkan juga di rumaisho.com, tidak ada niat untuk menjiplak secara mentah. Akan tetapi membagikan kebaikan dan ilmu adalah kewajiban sesama muslim agar mendapat keselamatan bersama, semoga penulis dari rumaisho.com akan mendapat rahmat dan keberkahan atas tulisan ini.

Amalan atau ibadah yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW sangatlah terperinci dan mudah untuk diikuti oleh umatnya, salah satunya amalan agar dimudahkannya rezeki.

Kita tentu tahu bahwa rezeki adalah salah satu bentuk takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT Tuhan Semesta Alam,  akan tetapi manusia dapat bermohon agar dimudahkan segala rezeki yang akan datang kepada kita.

Rezeki bukan hanya persoalan materi atau uang semata, tapi kesehatan adalah rezeki, kemudahan dalam urusan adalah rezeki, mendapat kebaikan adalah rezeki, keinginan terkabul adalah rezeki. Banyak hal yang bisa dikategorikan rezeki dari Allah SWT.

Dalam bahasa Indonesia melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia Rezeki bermakna segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan yang berasal dari Tuhan. Jadi jelaslah pemaknaan Rezeki tidak sesempit Uang semata.

Untuk itu yuk simak amalan untuk memudahkan rezeki berikut ini

Takwa dan Tawakal

Faedah dari takwa adalah akan diberi jalan keluar dan diberikan rezeki dari jalan yang tidak disang-sangka. Faedah dari tawakal adalah akan diberikan kecukupan. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Thalaq: 2-3)

Takwa itu bisa diperbaiki dengan melihat apakah kita sudah menjalankan kewajiban dan melengkapi dengan amalan sunnah, misalnya memperhatikan shalat lima waktu dan melengkapinya dengan shalat rawatib, tahajud, dan shalat Dhuha.

Sholat yang masih suka telat harus lebih giat lagi agar amalan ini menjadi sebab akan rezeki kepada kita, sholat adalah tiang agama sebagaimana yang sering didengar sejak kanak-kanak, maka tegakkanlah.

Istiqamah

Disebutkan keutamaan istiqamah akan dibukakan pintu rezeki berupa hujan dari langit.

وَأَن لَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُم مَّاءً غَدَقًا

“Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap istiqamah (berjalan lurus di atas jalan itu, pada jalan agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).”(QS. Al-Jin: 16-17)

Istiqamah atau konsisten dalam melakukn sesuatu hal, apalagi persoalan ibadah. Udah sepatutnya kita seriusi karena menjadi hasil atas hidup di dunia.

Istighfar (Memohon ampun kepada Allah)

Allah Ta’ala berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu (beristighfarlah), sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Bisa jadi rezeki terhambat karena adanya dosa di masa lalu atau masa kini yang masih dikerjakan, selayaknya piring kotor tentu tidak akan di masukkan makanan. Kecuali jika piring tersebut telah dibersihkan.

Silaturahmi

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim).” [HR. Ahmad, 3:229; 3:266. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih, sanad hadits ini hasan dari jalur Maimun bin Sayah dan di bawahnya tsiqah]

Menjaga silaturahmi akan melancarkan rezeki, dalam artian rezeki yang menjadi milik kita ada dalam penguasaan oleh orang lain

Memperbanyak sedekah

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya* dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Dalam hadits dikatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَالَ لِى أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

“Allah Ta’ala berfirman padaku, ‘Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberikan ganti) kepadamu.’” [HR. Bukhari no.4684, Muslim no.993].

Menikah

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(QS. An-Nuur: 32)

Dari ayat diatas, Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

اِلْتَمِسُوا الغِنَى فِي النِّكَاحِ

“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.”  [Diriwayatkan dari Ibnu Jarir]. Imam Al-Baghawi menyatakan pula bahwa ‘Umar menyatakan seperti itu pula. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5:533.

Menikah bukan hanya menyatukan 2 insan, akan tetapi menyatukan rezeki 2 manusia yang dimanfaatkan secara bersama-sama. Masih takut nikah? Rezeki sudah dijamin oleh Allah SWT

Shalat Dhuha

Dari Nu’aim bin Hammar Al-Ghathafaniy radhiallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat pada awal siang (pada waktu Dhuha) supaya engkau tercukupi pada akhir siang. [HR. Ahmad 5:286, Abu Daud no.1289, Tirmidzi no.475, Ad-Darimi no.1451. Syaikh Al-Albani dan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Sholat dhuha memiliki keutamaan melancarkan rezeki, sholat yang dikerjakan saat matahari setinggi tombak atau sekitar pukul 10 pagi. Ketika manusia lain sibuk mengejar dunia pada jam segitu, namun ada hamba yang menyempatkan waktu untuk memohon keapda Tuhannya, maka suatu keistimewaan baginya ketika mendapatkan keutamaan dhuha.

Haji dan Umrah

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak.” [HR. An-Nasai no.2631, Tirmidzi no.810, Ahmad 1:387. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan]

Ibadah haji tidak wajib bagi seluruh umat, karena ibadah ini memiliki biaya yang tidak sedikit sehingganya tidak ada paksaan untuk menunaikannya. Walaupun begitu banyak kisah orang yang berpenghasilan rendah mampu menginjakkan kaki di tanah suci. Yang penting niat aja dulu mau berhaji atau paling tidak umrah, dibarengi dengan usaha dan doa. Maka selebihnya diserahkan kepada Allah SWT sang maha pemurah dan maha kaya

Perbanyaklah Doa Agar Dibukakan Pintu Rezeki.

Doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia menyatakan:

Setiap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Shubuh, setelah salam, beliau membaca do’a berikut,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa. (Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik)". [HR. Ibnu Majah no.925 dan Ahmad 6:305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Juga do’a lainnya dari hadits ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa berikut,

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak. (Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu)". [HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan]

Bersyukur

Setiap manusia punya jatah rezeki yang berbeda, bersyukur atas apa yang telah diberikan adalah kunci ditambahnya rezeki.

Dalam surah Ibrahim ayat 7, Allah SWT berfirman
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Ketika kita telah memiliki mobil, maka bersyukurlah karena ada orang yang hanya punya sepeda motor
Ketika kita telah memiliki sepeda motor, maka bersyukurlah karena ada orang yang memiliki sepeda, jika digunakan bepergian harus dikayuh.
Ketika punya sepeda, maka bersyukurlah karena ada orang yang terlahir tak punya kaki untuk berjalan.
Syukuri segala nikmat yang telah kita miliki, niscaya Allah SWT akan menambahkan nikmat tersebut.

Itulah amalan yang dapat dikerjakan untuk memohon kemudahan rezeki
Semoga seluruh amalan kita diterima dan diberikan keberkahan atas nikmat yang kita miliki saat ini.
Terima kasih sudah membaca
Owari desu

Komentar

Tampilkan

Terkini

Gaya Hidup

+