close

Iklan

Iklan

Apa Habit yang Mau Kamu Bentuk? Ini Cara Membentuk Habit atau Kebiasaan Baru

Admin
08 December 2021, 15:21 WIB Last Updated 2022-03-18T09:18:53Z


Create new future

「Assalamualaikum」- Halo jo, "Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang, karena itu keunggulan bukanlah suatu perbuatan melainkan kebiasaan." kata seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles.

Jadi intinya si Aristoteles ini mengatakan bahwa keunggulan itu bukan cuma perbuatan yang kamu lakukan sekali saja, melainkan harus menjadi kebiasaan.

Itulah yang namanya keunggulan atau habit. Habit itu adalah sesuatu yang kita lakukan secara otomatis bahkan kita udah nggak perlu mikir lagi untuk melakukannya, karena itu udah menjadi bagian dari diri kita.

Yang namanya habit, tentu ada yang baik dan ada yang buruk. Ada orang yang punya kebiasaan bangun pagi, ada juga orang yang punya kebiasaan bangun siang. Intinya kebiasaan itu adalah aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus hingga akhirnya menjadi sebuah habit.

Di artikel ini penulis tidak menjelaskan bagaimana menghilangkan habit buruk, akan tetapi penulis akan membagikan tips bagaimana cara membentuk suatu habit baru.

4 Tahapan untuk Membentuk Habit Baru

Membentuk habit atau kebiasaan yang baik adalah sesuatu yang sangat bermanfaat. Sebab apa yang kita lakukan sehari-hari akan menentukan kualitas diri di masa depan.

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menentukan habit apa yang mau kamu tanamkan ke dalam diri, agar kelak di masa depan diri kita sudah terbiasa melakukannya.

Untuk membentuk suatu habit, setidaknya ada empat tahapan yang harus kamu lewati agar habit itu melekat erat pada dirimu.

1. Tentukan Habit

Langkah yang pertama sudah pasti yaitu menentukan habit. Apa habit yang mau kamu bentuk?

Ada banyak sekali kebiasaan baik yang diinginkan oleh setiap orang, umumnya seperti bangun tidur di pagi hari, membaca buku, atau rutin berolahraga.

Apapun habit yang kamu inginkan, pastikan 3 hal berikut:

  1. Beneran mau, nggak ngikut orang lain atau tren doang.
  2. Punya tujuan & alasan yang kuat.
  3. Frekuensi perulangan rutin.

Seperti yang kita tahu, ada beberapa faktor orang gagal dalam membentuk habit, salah satunya habit karena mengikuti tren.

Misalkan saja tren yang belakangan ini ramai kembali, apa itu? Bersepeda. Jika ada seseorang yang rela membeli sepeda hanya untuk mengikuti tren, maka setelah bersepeda tidak populer lagi, orang itu akan ikut berhenti dan sepedanya tidak terpakai lagi.

Ada juga orang yang tetap bersepeda, baik kegiatan bersepeda sedang tren atau tidak. Mengapa demikian? Sebab ia punya alasan dan tujuan yang kuat, misal rutin bersepeda di pagi hari agar melatih kekuatan otot kaki atau untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

Jadi, apakah kamu sudah tahu habit apa yang ingin kamu bentuk?

2. Rancang Trigger

Langkah kedua untuk membentuk habitmu yaitu merancang suatu trigger, atau dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai pemicu.

Lalu gimana cara menentukan trigger? Nah, kamu bisa mendapatkan jawaban terbaik dengan bertanya ke dirimu sendiri pertanyaan ini: "Kapan saya akan melakukan habit itu?".

Misal saja kamu ingin menetapkan membaca buku sebagai habbit barumu, lantas apa pemicunya? Pemicu ini bisa ditetapkan dari waktu, misal jam 7 pagi. Jadi, setiap jam 7 pagi kamu akan membaca sebuah buku.

Trigger atau pemicu ini tidak hanya ditetapkan oleh waktu lho! Tetapi bisa juga dengan situasi tertentu seperti setelah sarapan, ketika tiba di kantor, atau saat lagi lelah.

3. Tambahkan Reward

Di langkah sebelumnya, kamu sudah berniat membuat sebuah habit baru dan sudah menetapkan pemicunya. Tetapi, kedua hal itu belum lengkap tanpa adanya reward.

Reward atau hadiah, adalah poin penting yang harus kamu perhatikan dalam membentuk sebuah habit. Tanpa adanya reward, maka besar kemungkinan kmau akan bosan dan berhenti di tengah jalan.

Ini pertanyaan yang kamu tunggu-tunggu, reward yang seperti apa sih? Jawabannya adalah hadiah apa yang mau kamu berikan kepada dirimu sendiri, jika kamu berhasil melakukan habit yang ditentukan.

Jadi, apa hadiah jika berhasil melakukan habit? Tidak perlu memikirkan sesuatu yang rumit, cukup hal-hal yang sederhana seperti minum kopi hangat, jalan-jalan, ke restoran favorit, menonton drakor, dan masih banyak lagi.

4. Buat Statement

Kamu sudah menentukan habit, trigger, dan reward. Kini saatnya menggabungkan ketiganya dengan membuat statement.

Habit Statement Formula:

"Setiap (trigger) saya akan (habit) supaya (reward)".

Contoh: Setiap jam 7 pagi, saya akan membaca buku, supaya dapat minum kopi.

Akhir Kata

Nah, setelah kamu menerapkan rumus yang penulis bagikan ini, kamu akan lebih mudah untuk menetapkan suatu kegiatan menjadi habit barumu.

Jika kamu memiliki contoh versimu sendiri, silahkan komen di bawah ya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Ikuti artikel dari penulis kontributor silahkan klik kategori Kontribusi, atau baca juga tulisan dari blog partner JokkaJo seperti di Gugel QDibalik Layar.


 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Gaya Hidup

+