close

Iklan

Iklan

Indonesia Palestina Bersaudara, Amerika Dan Israel Cukup Jadi Penonton Saja

Admin
27 December 2021, 11:13 WIB Last Updated 2022-03-18T09:16:15Z

「Assalamualaikum」- Halo jo, masih tetap sehat? Tulisan kali sebagai refleksi keprihatinan atas gejolak Palestina  Israel yang berkecamuk tanpa akhir. Kamu orang Indonesia? Baca ini dulu...

Jokkajo palestina

Persaudaraan Indonesia dan Palestina memang sangat harmonis, didasari oleh faktor keagamaan yakni Islam membuat banyak orang Indonesia bersimpati kepada kaum muslim di Palestina. Masyarakat  yang menempati jalur gaza dan tepi barat yang di klaim oleh Israel sebagai wilayahnya. Padahal daerah tersebut telah di deklarasikan pada tahun 1988 menjadi wilayah Palestina dibagian Yerusalem timur.

Kemudian penduduk palestina sangat menyayangi bangsa Indonesia,  kita sebagai bangsa yang pernah di jajah dan memerdekakan diri pun tidak akan pernah melupakan sejarah dimana salah satu negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Palestina.

Di salah satu tulisan Kompas.com menyebutkan bahwa Palestina merupakan salah satu negara pertama yang mengakui Indonesia sebagai negara merdeka secara de facto, tanggal 6 September 1944. Pengakuan ini disebarluaskan ke seluruh dunia oleh seorang mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini.

Kemudian dalam catatan wikipedia menyebutkan tentang Syekh Muhammad Amin Al Husaini, Mufti Agung Yerusalem dan Pemimpin Tertinggi Dewan Palestina, Syekh Muhammad Amin al-Husaini berjasa meningkatkan pengakuan negara-negara Arab lainnya atas Indonesia, khususnya melalui Liga Arab. Mereka juga sepakat untuk menekan Inggris yang tentaranya sudah tiba di Indonesia lebih dulu dari Belanda, tidak untuk mendukung Belanda. Akibatnya, Indonesia sejak awal sangat tidak ramah terhadap hubungan dengan Israel sebagai rasa terima kasih kepada Palestina.

Hubungan Indonesia dan Palestina saat ini pun bak kakak beradik yang saling mendukung dan menjaga.

Mungkin banyak yang masih ingat ketika pertandingan Sepak bola antara Indonesia dan Palestina pada ajang Asian Games tahun 2018, supporter Indonesia juga memberikan dukungan untuk palestina.

Palestina yang wilayahnya di caplok oleh Israel  pun menjadi tanggung jawab dunia Internasional untuk mengembalikan kedaulatan ke si pemilik aslinya. Israel dengan kaum yahudinya tidak akan mendapat persetujuan dan pembenaran dari negara Indonesia atas apa yang dilakukannya kepada palestina sejak dulu.

Israel negara zionis yang dihuni oleh kaum Yahudi, menjadi bangsa yang kontrofersial karena tingkahnya terhadap negara merdeka Palestina. Berbagai pendapat menyebutkan bahwa Israel didukung oleh negara adi daya Amerika Serikat, bukan sekedar pendapat. Fakta-fakta pun mulai terkuak bahwa usaha yang dilakukan oleh Israel di dukung penuh oleh Amerika Serikat dengan dalih Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum Internasional.

Bangsa Yahudi diluar israel pun menyebar pesat di Eropa, sejalan dengan eksistensinya tersebut agresi dan invansi Nazi jerman di eropa. Hitler yang dikenal sebagai tokoh Nazi kejam dan bengis memiliki permasalahan serius dengan bangsa Yahudi di eropa khususnya negara-negara dudukan Jerman barat pada waktu itu. Sejarah pernah mencatat bahwa bangsa yahudi pernah di hancur leburkan oleh Nazi dibawah kepemimpinan Adolf Hitler.

Amerika Pendukung Israel Mendekati Indonesia.

Akhir akhir ini media pemberitaan di Indonesia termasuk media sosial Twitter dihebohkan dengan adanya pertemuan Menteri Luar negeri Amerika Serikat Antony Blinken dengan Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.

Katanya mereka membahas banyak hal, salah satunya normalisasi Israel dan membujuk Indonesia untuk membuka diri terhadap Israel. Dikutip dari CNN Indonesia Amerika sebagai negara besar yang sering diserupakan sebagai negara yang bertanggung jawab atas kejadian perselisihan di timur tengah, dengan dalih menjaga perdamaian dunia. Amerika menempatkan ratusan ribu anggota militernya di negara-negara tertentu. Berbagai paparan ilmiah yang menyebutkan andil Amerika atas gejolak negara timur tengah yang kaya akan energi. Silahkan tebak sendiri untuk apa mereka disana.

Amerika pun bisa menjalankan kekuasaannya untuk merongrong negara yang bersitegang diplomatik dengan negara yang menjadi kawannya, sangat jelas dukungan Amerika atas Israel yang menyerobot wilayah Palestina.

Di masa kepemimpinan Donald Trump, Amerika justru menjadi negara yang mendukung aksi arogansi Israel yang menetapkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel yang tadinya di Tel Aviv. Lalu  mau apa Amerika mendatangkan Menteri Luar Negerinya jika tidak punya kepentingan diluar diplomasi kedua negara, tetaps aja di sisipi permasalahan Israel Palestina. Amerika tahu betul Indonesia sejak dulu konsisten mendukung Palestina sebagai negara merdeka.

Sampai kapanpun orang Indonesia tetap konsisten dengan ucapannya
Membela Palestina, Palestina Negara Merdeka.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Gaya Hidup

+